VivaNews.com

Yusril: Ada yang Tafsirkan Saya Akan Ditahan
“Penegakan hukum bukanlah soal gengsi dan kemarahan tetapi soal kebenaran dan keadilan.”
Selasa, 28 September 2010, 06:34 WIB

Ismoko Widjaya

VIVAnews – Penggugat pasal dalam Undang-Undang Kejaksaan yang juga mantan Menteri Kehakiman dan HAM Yusril Ihza Mahendra menyambut baik pernyataan Pelaksana Tugas Jaksa Agung Darmono yang berjanji menuntaskan kasus dugaan korupsi Sistem Administrasi Badan Hukum atau Sisminbakum.

Tetapi, ada hal yang masih mengganjal bagi Yusril. “Kata-kata “menuntaskan” itu bisa multitafsir, bahkan ada yang menafsirkan bahwa itu bermakna saya akan segera ditahan,” kata Yusril dalam keterangan kepada VIVAnews.com.

Meski demikian, Yusril berprasangka baik kepada Darmono. Bahwa kata-kata menuntaskan kasus artinya menyelesaikan penyidikan berbagai kasus yang kini belum diselesaikan. Yusril menuntut, kata-kata menuntaskan itu tetap harus berdasar hukum dan keadilan.

Artinya, kata dia, kalau perkara memang cukup bukti dan landasan hukumnya, maka perkara harus segera dilimpahkan ke pengadilan. Sebaliknya, kalau alat bukti tidak cukup dan dasar hukum meragukan, maka penyidikan perkara itu harus segera dihentikan.

“SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan) harus segera diterbitkan dan nama baik tersangka segera direhabilitasi,” tegas mantan Menteri Sekretaris Negara ini. “Inilah keadilan. Jangan berkilah, limpahkan saja perkara. Benar atau salah biar pengadilan yang memutuskan.”

Maka itu, Yusril menekankan bila memang bukti tak cukup dan landasan hukum meragukan, maka tak perlu melimpahkan perkara ke pengadilan. “Penegakan hukum bukanlah soal gengsi dan kemarahan tetapi soal kebenaran dan keadilan. Aparatur penegak hukum menjalankan tugas negara, bukan tugas pribadinya,” ujar dia.

• VIVAnews

24 Januari 2010

Pertemuan Singapura Inisiatif Antasari
Selain itu, pertemuan antara Antasari dengan Ary Muladi di Malang juga inisiatif Antasari.
Jum’at, 22 Januari 2010, 19:22 WIB
Hadi Suprapto, Yudho Rahardjo
Anggodo Widjojo (VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)

VIVAnews – Anggodo Widjojo melalui pengacaranya Tomson Situmeang mengatakan, pertemuan antara Antasari Azhar dengan Anggoro Widjojo di Hotel Shangri La, Singapura, terjadi atas inisiatif Antasari.

Hal tersebut diungkapkan Tomson kepada para wartawan usai mendampingi pemeriksaan kliennya sebagai tersangka di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Jumat 22 Januari 2010.

“Selain itu, pertemuan antara Antasari dengan Ary Muladi di Malang juga terjadi atas inisiatif Antasari,” kata Tomson.

Mengenai pemeriksaan, dia mengatakan, dari 12 pertanyaan yang diajukan kepada Anggodo, diajukan 6 – 7 pertanyaan pokok. Pertanyaan pokok itu menyangkut kedua pertemuan Antasari tersebut.

Anggodo sendiri usai dimintai keterangan penyidik KPK memilih bungkam. Dia tidak menjawab satupun pertanyaan wartawan. Dia langsung memasuki mobil tahanan yang membawanya kembali ke Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, Jakarta Timur.

hadi.suprapto@vivanews.com

• VIVAnews

Jum’at, 22 Januari 2010

Angket Century
Kesimpulan akhir akan menunggu konsinyering data yang mulai dilakukan pekan ini.

Namun untuk penggandaan kartu ATM, tentu harus ada cara dapatkan kata sandinya.

Sahamnya seperti PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC),

Drajad Wibowo: Butuh Biaya Rp 5,4 T Untuk Kebutuhan Likuidasi Untuk dapat memenuhi kebutuhan likuiditas

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Satu Tanggapan to “VivaNews.com”

RSS Feed for Berita 5 | Informasi kabar berita, pengumuman, news, iklan Comments RSS Feed


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: